Rabu, 19 Februari 2014

TEORI KEKUATAN BAJA



 

                                    BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Deskripsi Struktur
Baja merupakan salah satu bahan bangunan yang unsur utamanya terdiri dari besi. Baja ditemukan ketika dilakukan penempaan dan pemanasan yang menyebabkan tercampurnya besi dengan bahan karbon pada proses pembakaran, sehingga membentuk baja yang mempunyai kekuatan yang lebih besar dari pada besi.
Bila dibandingkan dengan bahan konstruksi lainnya, baja lebih banyak memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak terdapat pada bahan-bahan konstruksi lain. Disamping kekuatannya yang besar untuk menahan kekuatan tarik dan kekuatan tekan tanpa membutuhkan banyak volume, baja juga mempunyai sifat-sifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya sebagai salah satu material yang umum dipakai.
Sifat-sifat baja antara lain :
a.       Kekuatan tinggi
Kekuatan baja bisa dinyatakan dengan kekuatan tegangan leleh  fy atau kekuatan tarik  fu. Mengingat baja mempunyai kekuatan volume lebih tinggi dibanding dengan bahan lain, hal ini memungkinkan perencanaan sebuah konstruksi baja bisa mempunyai beban mati yang lebih kecil untuk bentang yang lebih panjang, sehingga struktur lebih ringan dan efektif.
b.      Kemudahan pemasangan
Komponen-komponen baja biasanya mempunyai bentuk standar serta mudah diperoleh dimana saja, sehingga satu-satunya kegiatan yang dilakukan dilapangan adalah pemasangan bagian-bagian yang telah disiapkan.
c.       Keseragaman
Baja dibuat dalam kondisi yang sudah diatur (fabrikasi) sehingga mutunya seragam.

d.      Daktilitas  ( keliatan )
Daktilitas adalah sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar dibawah pengaruh tegangan tarik tanpa hancur atau putus. Daktilitas mampu mencegah robohnya bangunan secara tiba-tiba.
e.       Modulus elastisitas besar
Dengan modulus yang besar, struktur akan cukup kaku sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pemakai. Jika dibandingkan dengan bahan yang lain, untuk regangan yang sama baja akan mengalami tegangan yang lebih besar sehingga kekuatannya lebih optimal.

1.1.1     Bentuk & Dimensi Struktur
Pada tugas besar Konstruksi Baja I ini struktur yang diberikan berupa bangunan berbentuk persegi panjang yang terbuat dari baja dengan mutu BJ-41. Bangunan ini terdiri dari dua lantai dengan tinggi lantainya yaitu 4.5 m. Jenis atap yang digunakan pada struktur ini adalah genteng dengan sudut kemiringan 350 , dan jarak maksimum tiap gording adalah 1,1 m

1.1.2     Fungsi Struktur
Struktur pada tugas besar Konstruksi Baja I ini berfungsi sebagai Kantor.

1.1.3     Spesifikasi Material
Spesifikasi material terdiri dari :
a.       Sifat mekanis baja
Sifat mekanis baja struktur yang digunakan dalam perencanaan harus memenuhi persyaratan minimum pada tabel berikut :
Jenis Baja
Tegangan putus
Minimum fu
(Mpa)
Tegangan Leleh
Minimum fy
(Mpa)
Peregangan
Minimum
(%)
BJ 34
340
210
22
BJ 37
370
240
20
BJ 41
410
250
18
BJ 50
500
290
16
BJ 55
550
410
13

v   Tegangan Leleh
Tegangan leleh untuk perencanaan ( fy ) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan pada tabel sifat mekanisme baja struktural.
v   Tegangan Putus
Tegangan putus untuk perencanaan ( fu ) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan pada tabel sifat mekanisme baja struktural.
v   Sifat-sifat mekanis lainnya
Sifat-sifat mekanisme lainnya baja struktural untuk perencanaan adalah sebagai berikut :
Modulus elastis             :   E   =  200.000  Mpa
Modulus geser              :   G   =  80.000    Mpa
Nisbah poisson             :   m   =   0,3
Koefisien pemuaian      :   a   =  12 . 10-6 / oC
b.      Baja Struktural
o      Syarat penerimaan baja
Laporan uji material baja dipabrik yang disahkan oleh lembaga yang berwenang dapat dianggap sebagai bukti yang cukup untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar ini.
o      Baja yang tidak dapat teridentifikasi
Baja yang tidak dapat teridentifikasi boleh digunakan selama memenuhi ketentuan berikut ini :
1.      Bebas dari cacat permukaan
2.      Sifat fisik material dan kemudahan untuk dilas tidak mengurangi kekuatan dan kemampuan layan strukturnya.
3.      Ditest sesuai ketentuan yang berlaku. Tegangan leleh ( fy ) untuk perencanaan tidak boleh lebih dari 170 mpa, sedangkan tegangan putusnya ( fu ) tidak boleh diambil lebih dari 300 mpa.
c.       Alat sambung
·               Baut, mur dan ring
·               Alat sambung mutu tinggi
·               Las
·               Penghubung geser jenis paku yang dilas
·               Baut angker

1.2    Peraturan yang Digunakan
Peraturan yang digunakan dalam tugas besar Konstruksi Baja I ini adalah peraturan standar baja. Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur lainnya yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.












BAB II
PERENCANAAN GORDING

2.1 ANALISA PEMBEBANAN
  • Jumlah gording
Jumlah gording           =  Sisi miring (rafter) / Jarak antar gording
                                     =
                                     =  4,6    5
  • Jarak antar gording (z)
Jarak antar gording     = Rafter / Jumlah gording
                                    =
                                    = 1,104 m       
2.1.1 Beban mati (qd)
  • Berat profil gording (profil C) = qp = 6,13 kg/m
  • Berat cover (berat atap) = qc = 10 kg/m2
= qco kg/m2 x jarak antar gording (z)
= 10 kg/m2 x 1,104 m
= 11,04 kg/m
  • Total beban mati (qd)
= (qp + qco) x 1,05
= 18,0285 kg/m
  • Momen di tengah bentang
Kemiringan atap 18o
    • Arah x, Mdx   = .qd cos . Lk2
= . 18,0285 cos 18 . 42
= 34,292 kgm

    • Arah y, Mdy   = . qd sin . Lk2
= . 18,0285 sin 18 . 42
= 11,142 kg m
2.1.2 Beban Hidup
  • Beban orang terpusat, p = 100 kg/m2
    • Arah X, Mox   = . P. cos . Lk
= . 100. cos 18 . 4
=  95,106 kg
    • Arah Y, Moy   = . P. cos . Lk
= . 100 . sin 18 . 4
=  30,902 kg
2.1.3 Beban Angin
  • c          = (0,2 - 0,4)
= (0,02 . 18) - 0,4
= -0,04
  • Tekanan tiup angin (P)
  • Kecepatan angin         = 35 km/jam = 9,7222 m/s
  • P =  =  = 12,056  <  25
      dipakai P = 25 kg/m2
  • qa        = c .  P
= -0,04 . 25 = -1 kg/m2
            jika qa (-) atau nol, maka ambil tekanan min qa = 10 kg/m2
  • qw       = qa . z
= 10 . 1,104
= 11,04 kg/m

  • Arah X            , Mwx  =  . qw . Lk2
=  . 11,04 . 42
=  22,08 kg/m
  • Arah Y, Mwy  = 0

2.1.4 Beban Hujan
  • qh        = (40 – 0,8 )
= (40 – 0,8 . 18)
= 25,6 kg/m
jika qh < 20 kg/m2 maka ambil qh = 20 kg/m2
  • qr         = qh . z . cos
= 2506 . 1,104 . cos 18
= 26,879
  • Arah X, Mrx   = qr cos  Lk2
=. 26,879 cos 18 . 42
= 51,127 kg m
  • Arah Y, Mry   = . qr sin Lk2
= . 26,879 sin 18 . 42
= 16,612 kg m

2.1.5 Kombinasi Pembebanan
            Beban mati + Beban Orang + Beban Angin
  • Arah X,
    • Mux1   = 1,2 . Mdx + 1,6 . Mox + 0,8 . Mwx
= 1,2 . 34,292 + 1,6 . 51,127 + 0,8 . 22,08
= 140,617 kg m
o   Mux2   = 1,2 . Mdx + 0,5 . Mox + 1,3 . Mwx
= 1,2 . 34,292 + 0,5 . 51,127 + 1,3 . 22,08
= 95,418
Mux = 140,617 kg m   ; max ( Mux1 , Mux2 )
  • Arah Y
    • Muy1   = 1,2 . Mdy + 1,6 . Moy + 0,8 Mwy
= 1,2 . 11,142 + 1,6 . 16,612 + 0,8 . 0
= 39,949
    • Muy2   =1,2 . Mdy + 0,5 (Moy atau Mry0) + 1,3 Mwy
=1,2 . 11,142 + 0,5 . 16,612 + 1,3 . 0
= 21,676
Muy = 39,949 kg m   ; max ( Muy1 , Muy2 )

2.2       DESAIN GORDING
2.2.1    Perhitungan Kapasitas Penampang
  • Propertis penampang gording (profil C )
h = 125 mm                 Ix = 181 cm4               ry = 1,85 cm
b = 50 mm                   Iy = 26,6 cm4                   A = 7,807 cm2
tf = tw = 3,2 m            Sx = 29,0 cm3
d = 20 mm                   Sy = 8,02 cm3

  • Material baja
E          = 2.105 N/mm2 (Mpa)  = 2.106             kg/cm2
G         = 80 000          Mpa     = 8.105            kg/cm2
Fy        = 250               Mpa     = 2500             kg/cm2
                  Fr         = 75                 Mpa     = 750               kg/ cm2

  • Check terhadap tekuk lateral
    • Arah sumbu X
      Faktor pengali momen = cb
Untuk balok sederhana memikul beban merata, cb = 1,136
Lb = Lk = jarak rafter/kuda-kuda = 4 m
    • Lp        = 1,76 . ry    =    1,76. 1,85 = 92,094 cm
    • Lr = ry .
     
      = 490,196 cm6
    
     = 1,156.10-6 kg cm
           
      = 272,449 cm
    • Lp < L < Lr (termasuk pada bentang menengah)
            Mp       =
                        =
                        =81200 kg cm
           

            Mr       =
                        =
                        = 50750 kg cm
                       
                               = 715,474 kg m
                        Mnx= 715,474 kg m ; min (Mp,Mn)

  • Kuat Lentur Rencana
           = 643,927 kg m
585,012   643,927     OK!

o arah sumbu lemah Y
          =
          = 216,54 kg m
39,949  216,54 … OK!

2.2.2    Pemeriksaan Kekuatan dan Kontrol Lendutan
2.2.2.1 Pemeriksaan Kekuatan
           
            0,402  1  OK!

2.2.2.2  Kontrol Lendutan
Arah X
L = Lk = jarak antar rafter

    • Beban Mati
Xd  
           
            = 1,575.10-6

    • Beban Orang
Xo  
           
           

    • Beban Hujan
Xr   
           
           
    • Beban Angin
Xw 
           
           

                        Xt    = xd + (Xo atau Xr ) + Xw
                                    = 1,575.10-6 + 2,354.10-6 + 1,016.10-6
                                    = 4,945.10-6


Arah Y
            L = Lk = jarak antar rafter
    • Beban mati
Yd  
           
           
    • Beban Orang
Yo  
           
           
    • Beban Hujan
Yr   
           
           
    • Beban Angin
Yw  = 0

Yt    = Yd + (Yo atau Yr ) + Yw
            = 3,49.10-6 + 5,204.10-6 + 0
            = 8,694.10-6

       
           
           

Lendutan izin
i      
Check
                 i
1,00.10-5  1,66 …………………..OK!

























BAB III
KOMBINASI PEMBEBANAN

3.1. Analisa Pembebanan
3.1.1. Beban mati                                                                                                      
v  beban pada rafter
v  beban gording
 Beban gording dijadikan beban merata sepanjang rafter
S    =    3,5 m  
L1  =    4,0 m
L2   =    3,5 m
;     =    18o


 









Ø  Untuk kuda-kuda 1 (rafter1)
      beban gording =  berat profil gording x ½ L1 x 1/jarak antar  gording          
=  6,13  kg/m x ½ ( 4m ) x 1/1,104m
                        =  11,05073 kg/m
Ø  Untuk kuda-kuda 2 (rafter2)
beban gording             =  berat profil x ½ (L1 + L2 ) x 1/jarak antar gording
=  6,13  kg/m x ½ ( 4m + 3,5m ) x 1/1,104m
                        =  20,82201 kg/m

Ø  Untuk kuda-kuda 3 (rafter3) =  rafter 4
beban gording             =  berat profil x ½  (L2  + L2 ) x 1/jarak antar gording
=  6,13  kg/m x ½ ( 3,5m + 3,5m ) x 1/1,104m
                        =  19,43388 kg/m
     
Ø  Untuk kuda-kuda 5 (rafter5)
beban gording             =  berat profil x ½ L2 x 1/jarak antar gording
=  6,13  kg/m x ½ ( 3,5m ) x 1/1,104m
                        =   9,71694 kg/m
v  Beban Atap
beban atap dijadikan beban merata sepanjang rafter
Ø  untuk kuda-kuda 1 ( rafter 1)
beban atap = berat atap x ½ L1  
                  = 10 kg/m2 x ½ ( 4m )
                  =  20 kg/m
Ø  untuk kuda-kuda 2 ( rafter 2)
beban atap = berat atap x ½ (L1 + L2 ) 
                  = 10 kg/m2 x ½ ( 4m + 3,5m )
                  = 37,5 kg/m
Ø  untuk kuda-kuda 3 ( rafter 3) = rafter 4
beban atap = berat atap x ½ (L2+ L2 )  
                  = 10 kg/m2 x ½ ( 3,5m + 3,5m )
                  =  35 kg/m
Ø  untuk kuda-kuda 5 ( rafter 5)
beban atap = berat atap x ½ L2  
                  = 10 kg/m2 x ½ ( 3,5m )
                  =  17,5 kg/m


v  Beban Mati pada Balok
Beban dijadikan beban trapezoid atau beban trapezium dan beban segitiga.
 











Asumsi tebal pelat lantai = 12 cm
Untuk lajur 1, 2, 3 dan 4, beban dijadikan beban segitiga, karena S  L1 maka dicari nilai a (tinggi segitiga).

Nilai a
                                                      tan 45o =
                                                                  = 2 m


Lajur 1 & 4
Ø  beban pelat                              =  bj beton x tebal pelat x a
                                    =  2400 kg/m3 x 0,12 m x 2 m            
                                    =  576 kg/m
Ø  beban plafon + rangka            =  bj x a
                                    =  40 kg/m2 x 2m
                                    =  80 kg/m

Ø  beban spesi ( 2 cm )                 =  bj x tebal spesi x  a
                                    =  21 kg/m3 x 0,02 m x  2 m
                                    =  0,84 kg/m
Ø  beban ubin ( 2 cm )                 =  bj x tebal ubin x  a
                                    =  24 kg/m3 x 0,02 m x 2 m
                                    =  0,96 kg/m
   
                                                Total    =  657,8 kg/m

                  Lajur 2 & 3
Ø  Beban pelat                                         =  2400 kg/m3 x  0.12m x ( a + a )
=  2400 kg/m3 x 0,12m x  (2m+2m)
=  1152 kg/m
Ø  Plafon rangka                          =  40 kg/m2  x  ( a + a )
=  40 kg/m2 x  (2m + 2m)
=  160 kg/m
Ø  Spesi                                        =  21 kg/m3 x 0,02m x  (a + a )  
=  21 kg/m3  x 0.02m x  (2m + 2m)
=  1,68 kg/m
Ø  Ubin                                        =  24 kg/m3 x 0,02 m x  ( a + a )  
=  24 kg/m3 x 0,02 m x  (2m + 2m)
=  1,92 kg/m

                                                 Total   =  1315,6 kg/m


                        Lajur a & b
                  Untuk lajur a dan b dijadikan beban trapesium


 









Ø  Beban  pelat                                        =  2400 kg/m3 x 0,12m x ½ L1
=  2400 kg/m3 x 0,12 m x ½ (4m)
=  576 kg/m
Ø  Plafon rangka                          =  40 kg/m2 x ½ L1
=  40 kg/m2 x ½ (4m)
=  80 kg/m
Ø  Spesi                                        =  21 kg/m3 x 0,02m x ½ L1 
=  21 kg/m3 x 0,02m x ½ (4m)
=  0,84 kg/m
Ø  Ubin                                        =  24 kg/m3 x 0,02m x ½ L1                                                     
=  24 kg/m3 x 0,02m x ½ (4m)                       
=  0,96 kg/m                                                                                                                  
                                               
                                                 Total   =  657,8 kg/m                                                                                                                                    

v  Beban Dinding                                                               
Beban dinding dijadikan beban merata disepanjang balok lantai 1
Beban dinding ½ bata =  bj x H2
                                                      =  250 kg/m2 x 3,5m                            
                                                      =   875 kg/m










v  Beban balok, kolom & rafter
            Propertis penampang profil balok dan kolom dipakai profil IWF dan langsung dimasukkan kedalam SAP. Pilih profil seekonomis mungkin.
Jika dalam perencanaan profil tersebut tidak kuat, maka coba pilih lagi profil lain                        
melalui SAP.

3.1.2. Beban Hidup
           Beban orang terpusat ( L  =  100 kg/m2)
Beban diletakkan pada titik gording pada rafter


 





Ø  Pada rafter yang di tepi
Beban orang terpusat  ( L ) = 0,5 x ( 100 kg/m2 )  =  50 kg/m2
Ø  Pada rafter yang di tengah
Beban orang terpusat  ( L ) =  100 kg/m2


Beban hidup pada balok (L)                                                 
 











Beban hidup berupa beban trapesium = beban mati  pada balok
Ø  untuk lajur 1 & 4
      Beban hidup    =  beban hidup x a
                                    =  250 kg/m2 x 2m                              
                                    =  500 kg/m
Ø  untuk lajur  2 & 3
            Beban hidup    =  beban hidup x ( a + a )
                                    =  250 kg/m2 x (2m + 2m)
                                    =  1000 kg/m

3.1.3. Beban Angin
          Angin Tekan
Ø  Kemiringan rafter ( α ) = 18º
c          =  0,02 α – 0,4
                        =  0,02 (18º ) – 0,4
                                =  -0,04
Ø  Tekanan Angin ( P)
P          =               
            =  25 kg/m2
qa            =  c x P
            =  -0,04 x (25kg/m2 )
            =  -1 kg/m2
qa         =  10 kg/m2
Bidang kerja  (D)  =  jarak antar kuda – kuda x jarak antar gording (untuk di tengah)
o    Untuk rafter 1
       D   =   ½ (4m) x  (1,104m)
               =  2,208 m2
o    Untuk rafter 2
       D   =   ½ (4m + 3,5m) x  (1,104m)
               =  4,14 m2
o    Untuk rafter 3 dan 4
       D   =   ½ (3,5m + 3,5m) x  (1,104m)
               =  3,864 m2
o    Untuk rafter 5
       D   =   ½ (3,5m) x  (1,104m)
               =  1,932 m2


 












Ø  Beban Angin Tekan   
o   Untuk rafter 1
=  0,8 (qa x D)                                                            
=  0,8 x (10 kg/m2) x (2,208 m2)
=  17,664 kg
o   Untuk rafter 2
=  0,8 (qa x D)                                                            
=  0,8 x (10 kg/m2) x (4,14 m2)
=  33,12 kg
o   Untuk rafter 3 & 4
=  0,8 (qa x D)                                                            
=  0,8 x (10 kg/m2) x (3,864 m2)
=  30,912 kg
o   Untuk rafter 5
=  0,8 (qa x D)                                                            
=  0,8 x (10 kg/m2) x (1,932 m2)
=  15,456 kg

            Angin Hisap
            c = 0,4
Ø  Tekanan angin (P)
 P         =  
            =  25 kg/m2
 q            =  c x P
            =  0.4 x (25 kg/m2)
            =  10 kg/m2
Ø  Beban Angin Hisap                                                                    
o   Untuk rafter 1
            =  0,8 (qa x D)
=  0,8 x (10 kg/m2) x (2,208 m2)                                
=  17,664 kg
o   Untuk rafter 2
            =  0,8 (qa x D)
=  0,8 x (10 kg/m2) x (4,14 m2)                                  
=  33,12 kg
o   Untuk rafter 3 & 4
            =  0,8 (qa x D)
=  0,8 x (10 kg/m2) x (3,864 m2)                                
=  30,912 kg
o   Untuk rafter 5
            =  0,8 (qa x D)
=  0,8 x (10 kg/m2) x (1,932 m2)                                
=  15,456 kg



 







Analisa struktur dengan SAP 2000  (3D)

Kombinasi pembebanan yang dipakai  ( SNI – 2002 )

1.      1.4D                           
2.      1.2D + 1.6L               
3.      1.2D + 1.6L + 0.8W              
4.      1.2D + 1.6L – 0.8W  
Gambar Struktur SAP
Gambar Pembebanan SAP




BAB IV
PERENCANAAN PENAMPANG

4.1    Perencanaan Rafter
Profil  WF 125.50. 3,2. 3,2
Propertis Penampang :
h   =  125 mm                               ry   =  1,85 cm
b   =  50 mm                                 Sx  =  29,0  cm3   
tf =  3,2 mm                                A   =  7,807 cm2
tw =  3,2 mm                                E   =   2 . 105 Mpa
Ix  =  181 cm4                               G   =  8 . 104 Mpa
Iy  =  26,6 cm4                              Fy  =  250 Mpa
                                                     Fr  =  75 Mpa

4.1.1        Cek terhadap Lentur
Lb =  5,52 m  =  5520 mm
a.                   Lp  =  1,76 . ry 
=  1,76 . 1,85 .
=  92,094 cm
           
            b.  Lr   =   
                                                   
                 X1   =       
                             
          J      =  1/3  Σ  ( bi . tw3)
                 =  1/3 (( 2 . 125 . 3,23) + ( 118,6 . 3,23 )
                 =  2894,5 mm4
                 Jadi           X1   =   145655,1 kgcm
           
                             X2   =                          
                            Iw    =   ( 1/12 . bf . tf3 )
                                    =   ( 1/12 . 125 . 3,23 )
                                    =  490,196 cm6

            Jadi          X2    =   1,156 . 10-6

            Lr  = 
                 =  272,449 cm
          Mn  = 
                 = 2268643,763 Nmm
                 = 22686,438 kgm

            cek lentur
            Mu < 0,85 Mn
            6693.082 <  19283,4723   ......... ok
4.1.2        Perencanaan Batang Tekan
Nn  =  Ag . Fy
       =  780,7 . 250
       =  195175 kg
Faktor reduksi
0,85       ΦNn =  165898,75
Cek  Nu < ΦNn
5852,063 <  165898,75  ………….. ok

4.1.3        Perencanaan Batang Tarik
Nn  =  Ag . Fy
       =  780,7 . 250
       =   195175 kg
Faktor reduksi ( 0,85 )
  ΦNn  = 165898,75
Faktor reduksi
0,9         ΦNn = 175657,5 kg
0,75       ΦNn  = 146381,25  kg
cek Nu <  ΦNn
18660.04 <  175657,5………………… ok

4.2    Perencanaan Balok
Profil  WF 125.50. 3,2. 3,2
Propertis Penampang :
h   =  125 mm                               ry   =  1,85 cm
b   =  50 mm                                 Sx  =  29,0  cm3   
tf =  3,2 mm                                A   =  7,807 cm2
tw =  3,2 mm                                E   =   2 . 105 Mpa
Ix  =  181 cm4                               G   =  8 . 104 Mpa
Iy  =  26,6 cm4                              Fy  =  250 Mpa
                                                     Fr  =  75 Mpa

4.2.1        Cek terhadap Tekuk Lateral
Lb  =  4 m   =  4000 mm
a.  Lp  =  1,76 . ry 
                        =  1,76 . 1,85 200000 / 250
=  920,94 mm
            b. Lr    =    
                

                X1    =       

                        =   145655,1
            Konstanta Puntir (J)
      J     =  1/3  Σ  ( bi . tw3)
             =  1/3 (( 2 . 125 . 3,23) + ( 118,6 . 3,23 )
             =  2894,5 mm4
            Iw    =   ( 1/12 . bf . tf3 ) h2
                    =   ( 1/12 . 50 . 3,23 ) 1252
                    =   490,196.106 mm6
    
            X2    =   X2   =                          
                    =   1,156. 10-6
           
            Lr  = 
                 =  272,449 cm

            Mn  = 
                 = 2268643,763 Nmm
                 = 22686,438 kgm
            cek lentur
            Mu < 0,85 Mn
            6693.082 <  19283,4723   ......... ok
4.2.2        Perencanaan batang Tekan
Nn  =  Ag . Fy
       =  780,7 . 250
       =   195175 kg
Faktor reduksi ( 0,85 )
  ΦNn  = 165898,75

Faktor reduksi
0,9         ΦNn = 175657,5 kg
0,75       ΦNn  = 146381,25  kg
cek Nu <  ΦNn
5852.063 <  175657,5………………… ok

4.2.3        Perencanaan Batang Tarik
Nn  =  Ag . Fy
       =  780,7 . 250
       =   195175 kg
Faktor reduksi ( 0,85 )
  ΦNn  = 165898,75
Faktor reduksi
0,9         ΦNn = 175657,5 kg
0,75       ΦNn  = 146381,25  kg
cek Nu <  ΦNn
18660.4 < 175657,5  ,................... ok
4.3    Perencanaan Kolom
Profil  WF 125.50. 3,2. 3,2
Propertis Penampang :
h   =  125 mm                               ry   =  1,85 cm
b   =  50 mm                                 Sx  =  29,0  cm3   
tf =  3,2 mm                                A   =  7,807 cm2
tw =  3,2 mm                                E   =   2 . 105 Mpa
Ix  =  181 cm4                               G   =  8 . 104 Mpa
Iy  =  26,6 cm4                              Fy  =  250 Mpa
                                                            Fr  =  75 Mpa
4.3.1        Cek terhadap tekuk Lateral
Lb  =  4000 mm
a.  Lp  =  1,76 . ry 
                        =  1,76 . 1,85 200000 / 250
=  920,94 mm
            b. Lr    =    
                
                X1    =       

                        =   145655,1
            Konstanta Puntir (J)
      J     =  1/3  Σ  ( bi . tw3)
             =  1/3 (( 2 . 125 . 3,23) + ( 118,6 . 3,23 )
             =  2894,5 mm4
            Iw    =   ( 1/12 . bf . tf3 ) h2
                    =   ( 1/12 . 50 . 3,23 ) 1252
                    =   490,196.106 mm6
    
            X2    =   X2   =                          
                    =   1,156. 10-6
           
            Lr  = 
                 =  272,449 cm
            Mn  = 
                 = 2268643,763 Nmm
                 = 22686,438 kgm
            cek lentur
            Mu < 0,85 Mn
            6693.082 <  19283,4723   ......... ok

4.3.2        Perencanaan batang Tekan
Nn  =  Ag . Fy
       =  780,7 . 250
       =   195175 kg
Faktor reduksi ( 0,85 )
  ΦNn  = 165898,75
Faktor reduksi
0,9         ΦNn = 175657,5 kg
0,75       ΦNn  = 146381,25  kg
cek Nu <  ΦNn
5852.063 <  175657,5………………… ok
4.3.3        Perencanaan Batang Tarik
Nn  =  Ag . Fy
       =  780,7 . 250
       =   195175 kg
Faktor reduksi ( 0,85 )
  ΦNn  = 165898,75
Faktor reduksi
0,9         ΦNn = 175657,5 kg
0,75       ΦNn  = 146381,25  kg
cek Nu <  ΦNn
18660.4 < 175657,5  ,................... ok










BAB V
PERENCANAAN SAMBUNGAN

~     Sambungan Balok dan Kolom


 








            Mu       =    4720,16 kg m
            Vu       =    12207,04 kg

§   Profil Balok yang dipakai
            IWF 125 x 50 x 3,2 x 3,2

§   Baut yang digunakan
            A - 325 (high strength bolt)
            fub = 825 Mpa
~     diameter baut  =    b = 15,875 mm
~     Luas baut        =    Ab
                              =     . p . fb
                              =     . p (15,875mm)2
                              =    197,933 mm2
                              =    1,97933 cm2
~     Jumlah baut      =    n    =    4
asumsi : dengan ulir pada bidang geser



 







Check Geser :
fdv   =    0,4 . 0,75 . fub . m
         =    0,4 . 0,75 . 8,25.10-3 kg/cm2 . 1
         =    2475 kg/cm2

fuv    =   
         =   
         =    1541,815 kg/cm2

Check :
                                                fuv          <       fdv
                                       1541,815         <       2475        ……… OK!

Tarik
Untuk baut A – 325
ft  807 – 1,9 fuv  621 N/mm2
fti     =    807 – 1,9 fuv
         =    807 – 1,9 . 154,1815
         =    514,055   514 N/mm2

Momen
f = 0,75                       y = 0,9



 









Keseimbangan gaya horizontal        :     Rp    =    Rn
asumsi    :     akibat momen, semua baut mengalami tarik


 








Rp       =          Rn
Rp       =          a . b . fy
Rn       =          n . ft . 0,75 . Ab
            =          4 . 514 . 0,75 . 197,933
            =          305212,686 N
            =          305,212686  kN

a          =         
            =         
            =          24,4 mm


                                a    <    d1
            24,4 mm    <    40 mm
asumsi semua baut mengalami tarik benar.

Kapasitas Momen
         a    <    d1
Md   =    ff . 2 . ft . 0,75 . Ab (d1 + d2 + d3 + d4) + fy . a . b . fy (d - )
         =    0,75 . 2 . 514 . 0,75 . 197,933 (25 + 50 + 75 + 100) + 0,9 . 24,4 . 50.                                 250 . (125 - )
         =    59577,289 kg m

Check :
               Md      >       Mu
59577,289 kg m >       4720,16 kg m   ………. OK!

BAB VI

PENGGAMBARAN


Gambar detail sambungan balok dan kolom













BAB VII
KESIMPULAN


Dalam perencanaan ini digunakan

  1. Gording
         
      Properties penampang gording (Profil C)
                h      =  150  mm                  A         =  13.97 cm2
                b      =    75  mm                  Ix         =  483    cm4
                tf     =  4.5   mm                  Iy         =   99.2  cm4
                tw    =  4.5   mm                  Sx        =   65.2  cm3
                d      =   20   mm                  Sy        =   19.1  cm3
                ry     = 1.047  cm                

  1. Rafter

     Profil  WF 175.175.11.7,5
Propertis Penampang :
h          =  175 mm                               ry   =  4.38 cm
b          =  175 mm                               Sx  =  300  cm3   
tf         =  11 mm                                 A   =  51.2 cm2
tw        =  7.5 mm                                E   =   2 . 105 Mpa
Ix         =  2880 cm4                             G   =  8 . 104 Mpa
Iy         =  984 cm4                               Fy  =  250 Mpa
                                                            Fr  =  123 Mpa

  1. Balok

     Profil  WF 200.200.16.10
Propertis Penampang :
h          =  200 mm                               ry   =  5.13 cm
b          =  200 mm                               Sx  =  628  cm3   
tf         =  16 mm                                 A   =  83.6 cm2
tw        =  10 mm                                 E   =   2 . 105 Mpa
Ix         =  6530 cm4                             G   =  8 . 104 Mpa
Iy         =  2200 cm4                             Fy  =  250 Mpa
                                                            Fr  =  75 Mpa
  1. Kolom
     Profil  WF 125.50. 3,2. 3,2
Propertis Penampang :
h          =  200 mm                               ry   =  5.13 cm
b          =  200 mm                               Sx  =  628  cm3   
tf         =  16 mm                                 A   =  83.6 cm2
tw        =  10 mm                                 E   =   2 . 105 Mpa
Ix         =  6530 cm4                             G   =  8 . 104 Mpa
Iy         =  2200 cm4                             Fy  =  250 Mpa
                                                            Fr  =  75 Mpa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar